SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN
Pada
zaman keterpurukan ekonomi yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia, kita
harus bisa menyerukan pentingnya pembangunan jiwa kewirausahaan
(entrepreneurship) sehingga kebanyakan masyarakat tidak ragu lagi untuk
mengambil langkah untuk menjadi calon wirausaha. Sesungguhnya kita semua adalah
calon-calon wirausaha yang baik, tinggal bagaimana kita mengolah jiwa
entrepreneurship yang berhasil. Jika hal ini terealisasi akan memberikan nafas
lega untuk pemerintah karena bisa mengurangi pengangguran dan mengentaskan
kemiskinan.
Perubahan
dan perbaikan nasib kita harus didasarkan pada kehendak, keinginan, dan kerja
keras. Oleh karena itu, peranan wirausaha sangat penting untuk menentukan masa
depan bangsa dan negara.
A.
Pengertian
kewirausahaan
Tentunya
kita sering mendengar istilah wirausaha atau entrepreneur. Istilah entrepreneur pertama kali diperkenalkan pada
awal abad ke 18 oleh seorang ekonom perancis yang bernama Richard Cantilon.
Entrepreneur adalah agent who buys means
of producition at certain prices in order to combine them. Etimologi kata
wirausaha adalah berasal dari kata “wira”
dan “usaha”. “Wira” berarti pejuang,
pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak
agung. Kata “wira” juga digunakan dalam kata “perwira”. Sedangkan “usaha”
berarti “perbuatan untuk mencapai sebuah tujuan”. Jadi, secara etimologis/harfiah,
wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang melakukan perbuatan untuk mencapai
sebuah tujuan.
Entrepreneurship awal mulanya
berasal dari bahasa perancis, yaitu Entreprende yang berarti petualang,
pencipta, dan pengelola usaha, sedangkan kewirausahaan dengan istilah
entrepreneurship. Kata entrepreneur secara tertulis pertama kali digunakan oleh
Savary pada tahun 1723 dalam bukunya “Kamus Dagang”.
Wirausaha (entrepreneurship) adalah kemampuan seseorang untuk hidup sendiri
atau berdikari di dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya yang bebas
atau merdeka secara lahir dan batin.
Entrepreneur adalah sosok orang yang
tidak mudah diam, biasanya suka melakukan inovasi terus menerus dan perbaikan
dari hal yang sudah ada.
Sedangkan yang dimaksud dengan
kewirausahaan (Entrepreneurship)
adalah bentuk usaha untuk menciptakan nilai lewat pengakuan terhadap peluang
bisnis, manajemen pengambilan risiko yang sesuai dengan peluang yang ada, dan
lewat keterampilan komunikasi dan sumber daya yang diperlukan untuk membawa
sebuah proyek sampai berhasil.
Dalam bentuk yang lain,
kewirausahaan didefinisikan sebagai adventurisme (berpetualang), risk taking
(mengambil risiko) dan thrill-seeking (pencari kegentaran).
Dalam bentuk sederhana,
kewirausahaan berkonotasi mengimplementasikan, yang berarti mengerjakan
(sesuatu), yaitu sesuatu yang harus dikerjakan seorang wirausaha. Perhatian dan
ketertarikan terhadap masalah kewirausahaan ini sangat tepat karena kita
memerlukan apa yang dapat dikerjakan dan diberikan oleh wirausaha (entrepreneurs) seperti :
1.
Produk-produk
baru dan jasa-jasa baru
2.
Pekerjaan
baru
3.
Lingkungan
kerja yang kreatif
4.
Cara-cara
baru melakukan kegiatan bisnis
5.
Bentuk
baru penciptaan bisnis (new business
innovation)
B. TUJUAN
KEWIRAUSAHAAN
Beberapa tujuan kewirausahaan di
antaranya adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan jumlah para wirausaha
yang berkualitas
2. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan
para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat
3. Membudayakan semangat
sikap,perilaku,dan kemampuan kewirausahaan di kalangan pelajar dan masyarakat
yang mampu,handal dan unggul.
4. Menumbuhkembangkan kesadaran dan
orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap para siswa dan
masyarakat.
C. Karakteristik wirausaha
Karakteristik
adalah sifat atau tingkah laku dari seseorang. Sehingga dapat di artikan bahwa
karakteristik wirausaha adalah sifat atau tingkah laku yang khas dari
wirausahawan yang membedakannya dengan orang lain.
Wirausahawan
adalah orang yang menjalankan usaha atau perusahaan dengan kemungkinan
menanggung resiko seperti kerugian. Oleh sebab itu seorang wirausaha harus
memiliki kesiapan mental, baik pada saat menghadapi keadaan yang merugikan
maupun saat ia mendapatkan untung besar.
Karakter
wirausaha yang harus dimiliki oleh seorang yang ingin menjadi wirausahawan agar
sukses dalam menjalankan usahanya diantaranya adalah:
1.
Kreatif
Kemampuan
seseorang untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan pola
pikir dan tindakan yang berbeda.
2.
Inovatif
Proses
menghasilkan sesuatu gagasan atau penemuan baru yang dapat diterima atau dijual
ke masyarakat. Terkadang inovasi itu
berupa ide yang sederhana dan sepele, asal merupakan sesuatu yang atau
sesuatu yang lebih baik dari yang sudah ada.
3.
Berani
Seorang
wirausaha harus memiliki sifat berani dalam mengambil keputusan dan juga berani
dalam mengambil resiko tentunya dengan perhitungan yang cermat.
4.
Kepemimpinan
Karakter
kepemimpinan berarti seorang wirausaha harus bisa mengelola dan mengatur
bisnisnya dalam mencapai tujuan.
5.
Mampu berkomunikasi
Seorang
wirausaha harus mampu menyampaikan gagasan dan pesan baik secara internal
(kepada karyawan) maupun secara eksternal kepada mitra usaha.
6.
Kerjasama
Kemampuan
untuk menjalin hubungan baik dengan beberapa pihak dalam menjalankan usahanya.
Itu artinya ia harus mampu bergandengan tangan untuk melangkah bersama-sama.
7.
Mandiri
Seorang
wirausaha adalah pribadi yang mandiri, tidak menggantungkan masa depannya pada
orang lain.
8.
Percaya diri
Percaya
pada kemampuan diri itu sangat penting. Rasa percaya diri ini yang menyebabkan
ia mantap dalam melangkah dan mewujudakan impiannya.
9.
Jujur
Jujur
merupakan akar dari semua karakter. Seberapa hebat kemampuan yang dimiliki oleh
seseorang, bila tidak memiliki kejujuran, maka semua akan sirna, kepercayaan
orang lain terhadap diri kita akan hilang.
10.
Pantang menyerah
Karakter
pantang menyerah penting terutama saat menghadapi resiko kegagalan. Dalam
proses dinamika menjalankan usaha banyak lika liku yang dihadapi. Kegagalan
satu ke kegagalan berikutnya. Gagal dan bangkit lagi
Karakteristik
wirausahawan menurut pendapat By Grave sebagai berikut :
1. Dream yaitu mempunyai visi keinginan
di masa depan dan mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
2.
Decisivenees yaitu orang yang bekerja cepat
dan selalu memperhitungkan apa yang akan dilakukan.
3. Doers yaitu seorang wirausahawan
dalam membuat keputusan akan langsung ditindaklanjuti.
4.
Determination yaitu melakukan kegiatan
dengan penuh perhatian.
5.
Dedication yaitu mencurahkan perhatian
pada bisnisnya.
6.
Devotion yaitu mencintai pekerjaan
bisnis dan hasil produksi.
7.
Detail yaitu memperhatikan faktor
yang terkecil secara rinci
8.
Destiny yaitu bertanggung jawab
terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai.
9. Dollars yaitu tidak mengutamakan
mencapai kekayaan, motivasinya bukan uang karena uang dianggap sebagai ukuran
kesuksesan.
10. Distribute yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang – orang kepercayaannya.
D. Factor keberhasilan dan kegagalan
Gagal dalam melakukan suatu hal
identic dengan bagian dari proses untuk menuju kesuksesan. Kegagalan merupakan
kesuksesan yang tertunda . tidak ada pengusaha yang selalu sukses terus dan
tidak ada pengusaha yang selalu gagal terus. Kesuksesan dan kegagalan akan
selalu di alami setiap bentuk wirausaha,baik karena force major ( sesuatu yang
tidak bias di hindari ) maupun karena hal-hal yang lain.
a. Factor-faktor penyebab keberhasilan
Factor-faktor
penyebab keberhasilan seorang wirausaha di antaranya kerja keras,memiliki
relasi luas,ambisi untuk maju,memiliki kemampuan memimpin dan mengambil
keputusan,serta jujur dan disiplin.
b. Factor-faktor penyebab kegagalan
Factor-faktor penyebab kegagalan seorang wirausaha di antaranya kurang ulet dan cepat putus asa,kurang tekun dan kurang teliti,tidak jujur dan kurang cekatan,kurang inisiatif dan kurang kreatif,kurang menyesuaikan dengan selera konsumen,serta adanya pelayanan yang kurang baik.
E. Manfaat Wirausaha
Salah
satu usaha yang paling menjanjikan di masa sekarang ini adalah menjadi seorang
wirausaha. Wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat untuk mengenali
produk baru, menentukan cara dan proses produksi baru, menyusun operasi
pengadaan produk yang baru, memasarkannya, serta mengatur modal operasinya.
Berikut
ini adalah manfaat menjadi seorang wirausaha :
1)
Bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru dan membantu orang lain.
Dengan
mendirikan sebuah usaha seorang wirausahawan memberikan peluang kepada
masyarakat untuk mendapatkan kesempatan kerja pada usaha yang diciptakannya.
2)
Memiliki kebebasan mencapai tujuan usahanya
Dalam
konteks wirausaha, kebebasan adalah bagaimana mengelola waktu, sumber daya
manusia, alat dan bahan serta tujuan yang ingin dicapai.
3)
Tidak terikat waktu
Menjadi
seorang wirausaha tidak akan pernah terikat waktu, apa yang akan kita lakukan
dan kerjakan semua tergantung dari kita sendiri.
4)
Memiliki kesempatan menunjukan kemampuan dan potensi diri.
Dengan
memiliki sebuah usaha, wirausahawan dapat menyampaikan pikiran dan perilaku mereka
sendiri.
5)
Memperoleh manfaat dan laba yang maksimal
Menjadi
wirausahawan memiliki kebebasan untuk menentukan sendiri keuntungan atas
investasi dalam usahanya.
F.
Fungsi
atau Peran Wirausaha dalam Perekonomian Nasional
Wirausahawan
adalah orang yang mempunyai jiwa mandiri, motivasi tinggi, serta berkemauan dan
berkemampuan untuk mengubah tantangan menjadi peluang. Dengan demikian,
wirausahawan mempunyai peran yang besar dalam kemajuan perekonomian.
Peran
wirausahawan dalam perekonomian, antara lain sebagai berikut.
1)
Membuka Lapangan Kerja
2)
Dengan jiwa wirausaha, faktor-faktor produksi dapat dikombinasikan sehingga
dapat menghasikan produk baru. Dengan adanya produksi maka kesempatan kerja
menjadi Iebih terbuka dan hal ini memberikan peluang bagus untuk mengurangi
tingkat penganguran.
3)
Meningkatkan pendapatan nasional
4)
Dengan munculnya produk-produk baru, baik berbentuk barang maupun jasa, dapat
memberikan sumbangan bagi naiknya pendapatan nasional melalui peningkatan
jumlah produksi barang dan jasa.
5)
Mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial
6)
Dengan munculnya banyak kesempatan berproduksi maka kesenjangan antara
masyarakat yang berpenghasilan tinggi dan masyarakat yang berpenghasilan rendah
dapat dikurangi.
7)
Mendorong terciptanya masyarakat adil dan makmur
8)
Dengan makin banyaknya wirausahawan yang dapat mengolah kekayaan alam, berarti
akan membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang sekaligus
akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
9)
Penghasilan berupa devisa
10)
Wirausaha yang bergerak dalarn produksi barang dan jasa yang diekspor akan
memiliki peran dalam menghasilkan devisa.. Dengan demikian, perkembangan
ekonomi nasional dapat dipercepat.
11)
Pengadaan Penanaman Modal (Investasi) Dalam Negeri
12)
Dengan makin besarnya investasi dalam negeri, selain makin menambah produksi
nasional juga akan mengurangi ketergantungan terhadap investasi asing. Semuanya
mi akan membuat makin tangguhnya perekonom ian nasional.
13)
Penghasilan Berupa Pajak
14)
Wirausaha yang memiliki usaha maju dan besar merupakan pembayar pajak yang
besar pula. Pajak yang dikumpulkan merupakan sumber penerimaan negara yang bermanfaat bagi usaha
memajukan perekonomian nasional.
G. Perilaku Kerja Prestatif
Perilaku
kerja prestatif adalah perilaku yang selalu ingin maju dan antusias. Siswa yang
prestatif juga bersemangat dalam belajar, tidak mudah mengeluh dan tidak cepat
puas. Apakah kamu termasuk siswa yang seperti itu?
Menurut
Zimmerer, karakteristik wirausaha yang berhasil karena bekerja secara prestatif
adalah :
1.
Memiliki kemampuan memimpin
2.
Komitmen tinggi terhadap pekerjaannya
3.
Bertanggung jawab
4.
Motivasi untuk lebih unggul
5.
Kreatif dan fleksibel
6.
Mempertahankan minat kewirausahaan dalam dirinya
7.
Yakin pada diri sendiri
8.
Berorientasi pada masa depan
9.
Mau belajar dari kegagalan
10.
Peluang untuk mencapai obsesi
11.
Toleransi untuk mencapai risiko ketidakpastian
Apabila
karakteristik prestatif di atas diterapkan oleh seorang wirausaha di dalam
bisnis, maka :
1.
Wirausaha memiliki tekad kuat berusaha tetapi bukan karena terpaksa
2.
Wirausaha akan mawas diri dan bertekad bulat untuk maju
3.
Wirausaha berpikir ada kemungkinan gagal,tapi ia tidak gentar
4.
Wirausaha ingin maju/mandiri,walaupun resiko tinggi
5.
Wirausaha berpikir positif karena ingin berkreatif
Sikap
dan Perilaku Kerja Prestatif menurut Stephen Covey di dalam bukunya "First Thing's First" ada 4
sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju,yaitu :
a.
Self awareness (sikap mawas diri)
b.
Conscience (mempertajam suara hati)
c.
Independent will (pandangan independen untuk bakal bertindak)
d.
Creative Imagination (berpikir mengarah kedepan untuk
memecahkan
masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat)
H. Aspek-aspek Kerja Prestatif
Aspek
Prilaku kerja prestatif yang harus diperhatikan oleh para wirausaha untuk
mencapai keberhasilan dalam mengelola usahanya adalah sebagai berikut.
1)
Kerja Ikhlas
Kerja
ikhlas adalah bekerja dengan baik bersungguh-sungguh dapat
menghasilkan
sesuatu yang baik dilandasi dengan hati yang tulus.
Contohnya
: seorang buruh pabrik yang bekerja dengan gaji pas-pasan,
namun
tetap bekerja dengan baik.
2)
Kerja Mawas Diri
Kerja
mawas diri dapat diartikan tidak tergesa-gesa dalam mengambil
suatu
tindakan, tidak mudah terpancing oleh suasana dalam menerima
suatu
kritikan maupun pujian. Contoh : seorang pemimpin perusahaan yang
memiliki
masalah pribadi dirumah dengan keluarganya,tidak boleh
membawa
masalah ke perusahaan.
3)
Kerja Cerdas
Kerja
cerdas adalah bekerja dengan menggunakan pikiran yang tajam,
cepat,
tepat dalam menerima, menanggapi, menentukan sikap dan berbuat.
Contoh
: seorang wirausaha harus memiliki kemampuan mengkalkulasi,
berkomunikasi
dan negosiasi.
4)
Kerja Keras
Kerja
keras berarti bekerja dengan menggunakan sumber daya secara
optimal
Contoh : seorang penjual makanan keliling ke sekolah-sekolah.
5)
Kerja Tuntas
Kerja tuntas adalah kerja yang tidak setengah-setengah dan mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilkan usahanya secara maksimal
