FINAL DRIVE (GARDAN)
FINAL DRIVE (GARDAN)
A. Uraian Materi
Materi Final drive membahas
tentang fungsi, konstruksi dan cara kerja gardan al yang digunakan pada
kendaraan serta melatihkan cara pemeriksaan fungsi, pembongkaran, pemeriksaan
komponen-komponen gardan, perakitan dan penyetelan sesuai dengan standar.
Fungsi vinal drive pada kendaraan adalah untuk merubah arah
putaran poros propeller kearah poros aksel ( merubah putaran 90 derajat) dan
sekaligus menaikkan momen.
1. Bagian – Bagian
final drive (gardan)

|
1.
Dudukan poros penggerak 2. Roda gigi pinion
( Drive Pinion
) 3.
Roda gigi ( Ring
gear ) |
4.
Diferensial 5. Poros Aksel 6.
Flens Roda |
Fungsi :
·
Menghasilkan momen
putar yang lebih besar
·
Merubah arah putaran poros
penggerak ( propeler
) ke roda dengan sudut 900
·
Menyeimbang putaran kedua roda pada saat membelok
Penggunaan :
Digunakan pada kendaraan dengan
motor memanjang
2.
Macam – Macam Penggerak
Sudut
2.1. Penggerak Roda Gigi Lurus
Segaris ( Bevel Gear )

Keuntungan
·
Konstruksi sangat sederhana
·
Harga mahal
·
Gesekan kecil
Kerugian
·
Permukaan gigi yang kontak sedikit
·
Suara kasar
·
Gigi cepat aus
Penggunaan
·
Pada kendaraan – kendaraan yang
sangat tua sekali ( Produksi akhir 1800 / awal
1900 )
·
Saat ini tidak ditemukan lagi
2.2.
Penggerak Roda Gigi Hypoid
( Hypoid Bevel Gear )

Keuntungan
·
Permukaan gigi yang kontak
lebih banyak
·
Dapat dibuat konstruksi yang lebih kecil
dibanding non hypoid
·
Suara lebih halus dibanding
lainnya
·
Pemindahan tenaga lebih besar
Kerugian
·
Diperlukan oli khusus kualitas
lebih tinggi
·
Harga labih mahal
·
Effisiensi kurang
·
Konstruksi lebih rumit
Penggunaan
·
Digunakan pada kendaraan produksi
tahun 1960 sampai
sekarang ( terbaru
)
3. Kegunaan Dan Bagian
– Bagian Diferensial
Kegunaan : Menyeimbangkan / mengatur putaran
roda kiri dan kanan pada saat
membelok

1.
Poros penggerak ( Propeller ) 4. Rumah
diferensial
2. Roda gigi pinion ( Drive Pinion ) 5. Poros
aksel
3. Roda gigi korona
( Ring Gear ) 6. Roda
Bagian – bagian
di dalam rumah
diferensial
a. 
Rumah dudukan
poros roda gigi planet
b. Roda gigi matahari
c. Roda gigi planet
3.1.
Kerja diferensial saat kendaraan berjalan
lurus

3.2.
Kerja diferensial pada saat kendaraan
membelok

4.
Penggerak sudut
4.1.
Bagian-bagiab
dari penggerak sudut

|
1.
Rumah Penggerak Aksel 2.
Gigi Pinion 3.
Gigi Korona 4.
Gigi Kerucut Samping/Matahari 5.
Rumah Differensial 6.
Poros Gigi Kerucut Antara 7.
Gigi Kerucut Antara/Planet |
8.
Mounting Rumah Penggerak aksel 9.
Tutup Debu 10. Poros Aksel 11. Penghubung Bola/Penghubung CV 12.
Bantalan Rumah Diferensial 13. Bantalan Poros Pinion 14.
Sil Oli |
4.2
Penggunaan
:
Kendaraan dengan motor memanjang, untuk meneruskan putaran
ke roda- roda diperlukan penggerak sudut. Karena arah putaran motor berbeda
dengan arah putaran roda – roda
Contoh :
·
Motor di depan penggerak roda belakang / motor memanjang
·
Motor di belakang penggerak roda
belakang / motor memanjang
·
Motor di depan penggerak roda
depan / motor memanjang
Kecuali motor melintang
Contoh
Motor didepan penggerak roda depan
4.2.
Fungsi :

·

Merubah arah putaran
dari arah putaran
mesin ke kanan ( a ) menjadi
arah putaran maju ( b ) ke roda – roda
Contoh Mobil Kijang : Momen pada pinion
Perbandingan gigi Momen korona
5.
Jenis Penggerak Sudut
Pada saat sekarang penggerak aksel hanya menggunakan
penggerak sudut roda korona. Tetapi pada sistem lama, misalnya merek PEUGEOT
menggunakan penggerak roda cacing.
Perbandingan gigi pada : ·
Sedan station antara 3,5 : 1 s/d 4,5 : 1
·
Truk antara 5 : 1 s/d 12 : 1
Jenis biasa :
Sumbu poros pinion segaris dengan aksis roda korona
Konstruksi ini hanya digunakan pada truk
Kerugian :
Suara tidak halus Gaya pada gigi besar (
Konstruksi Berat ) Jenis Hypoid
|
Sumbu |
poros |
pinion |
tidak |
|
segaris |
dengan |
aksis |
roda |
|
korona |
|
|
|
Konstruksi ini : Digunakan
pada sedan, station dan truk Keuntungan :
Suara halus
Permukaan gigi yang memindahkan gaya lebih besar Poros
penggerak ( Gardan ) lebih rendah
Kerugian :
Perlu
oli khusus GL 4 atau GL 5
Gesekan antara
gigi lebih besar
6.
Bentuk Gigi penggerak Sudut
Dari bentuk
giginya, roda korona
ada 2 macam
•
Klingenberg
•
Gleason
b

6.1
Klingenberg
Tebal puncak gigi bagian dalam dan bagian luar sama (A=B)
Disebut gigi spiral karena bentuk gigi sebagian dari busur
spiral
Kebanyakan digunakan pada mobil Eropa dan Jepang
6.2
Gleason
Tebal puncak gigi bagian dalam dan bagian luar tidak sama
(a>b)
Disebut gigi lingkar karena bentuk – bentuk gigi sebagian dari busur lingkaran
Kebanyakan digunakan pada mobil Amerika
7.
Penyetelan Penggerak Aksel
4
1.
Tinggi pinion
Untuk mendapatkan posisi gigi pinion
yang tepat terhadap
gigi roda korona
2.
Pre – load pinion
Agar keausan
bantalan tidak menyebabkan kebebasan bantalan
3.
Celah bebas gigi roda korona ( Back Lash )
Roda
korona dapat berputar dengan baik/halus dan tidak menimbulkan suara persentuhan
gigi atau suara dengung
4.
Pre – load bantalan
rumah diferensial ( Keseluruhan )
Agar
keausan bantalan tidak menimbulkan kebebasan bantalan / gerak aksial roda
korona
5.
Memeriksa Persinggungan gigi
Untuk menempatkan posisi permukaan kontak gigi pinion dan roda korona
benar ( di tengah – tengah ) sehinggga suara halus dan keausan merata
8. Bentuk Rumah final
drive ( gardan)
Dari bentuk rumah penggerak
aksel dapat dibedakan
tiga macam :
·
Aksel Banjo
·
Aksel Spicer
·
Aksel Terompet
8.1 Aksel
Banjo

Rumah bantalan
lebih kuat menahan
gaya ke samping / aksial roda korona kurang kuat, biasa digunakan pada
kendaraan sedan, Station dan Jep
8.2. Aksel Spicer

Rumah
bantalan lebih kuat menahan gaya ke samping / aksial roda korona jenis ini
sering digunakan pada jeep dan truk
8.3. Aksel
Terompet

Rumah bantalan merupakan satu kesatuan yang kokoh dengan
rumah aksel, jenis ini paling kuat menahan gaya ke samping / aksial roda korona
biasanya digunakan pada jenis kendaraaan berat
Jarang lagi digunakan pada kendaraan, karena :
·
Konstruksi rumit
·
Penyetelan sulit
·
Harga mahal
9.
Diferensial

9.1
BAGIAN-BAGIAN :
1. Rumah diferensial
2. 2 atau 4 gigi kerucut
antara / penyesuai
3. Poros gigi kerucut
antara
4. Roda korona
5. 2 roda gigi kerucut samping
/ matahari
6. Poros aksel
7. Pinion
9.2. Fungsi :

|
Saat jalan belok jarak tempuh roda dalam dan roda luar
berbeda ( Roda luar harus berputar
lebih cepat ) |
Roda pada permukaan jalan yang kasar akan bergerak lebih jauh dari pada roda pada permukaan jalan yang rata dan halus |
|
igi samping i penyusun |
Lurus : NK = NA = NB Belok kiri NA = NK - NC
NB = NK + NC Belok kanan NA = NK + NC
NB = NK - NC |
Gigi antara ( gigi penyesuai ) dapat membuat
perbedaan putaran roda kiri dan kanan sesuai dengan sifat jalan
kendaraan

|
Cara Kerja : |
Kendaraan
jalan lurus ( diferensial tidak
bekerja ) ·
Gigi rak A berhubungan dengan
roda P1 dan gigi rak B berhubungan
dengan roda P2 ·
Gigi rak A dan gigi rak B
dihubungkan oleh roda gigi antara / penyesuai ·
Lengan T berhubungan dengan
poros roda penyesuai ·
Beban / koefisien gesek P1=P2
dan lengan ( T ) diberi gaya sebesar FT ·
Maka roda gigi penyesuai tidak
berputar pada porosnya tetapi akan membawa
gigi rak A dan B bergerak bersama-sama Diferensial tidak bekerja
: NP1 = NT = Np2 Kendaraan belok kanan ·
Beban koefisien gesek P1<
P2 dan lengan
(T) diberi gaya sebesar FT ·
Roda P1 digerakkkan oleh poros penyesuai ditambah putaran roda gigi
penyesuai ·
Roda P2 digerakkan oleh poros penyesuai dikurangi putaran roda gigi
penyesuai ånP belok = ånP lurus Diferensial bekerja : Putaran roda korona “T” tetap berputarnya roda gigi penyesuai menyebabkan perbedaan putaran roda kiri
dan kanan ( nP1 > nP2 ) |
10.
Pengunci diferensial
Fungsi

Koefisien gesek roda kiri dan kanan berbeda misal salah
satu roda jalan pada lumpur atau basah maka roda dengan koefisien rendah mulai
slip dan roda dengan koefisien besar diam, Akibatnya tetap berhenti dengan
salah satu roda berputar / slip

Dengan terkuncinya salah satu poros aksel dengan rumah
diferensial maka tidak akan terjadi slip salah satu roda (Mencegah) slip salah
satu roda saat roda kiri dan kanan koefisien geseknya tidak sama
Setelah kendaraan sudah keluar dari lumpur pengunci
harus dilepas, jika lupa
penggerak aksel bisa pecah.
11.
Sistem Penggerak Pengunci Dan Cara Kerja
11.1. Penggerak Mekanis

Cara Kerja :
·
Saat pengunci bebas diferensial bekerja seperti biasa
·
Roda slip, lengan pengunci
( 4 ) ditarik ke kiri
·
Pengunci ( 2 ) bergerak ke kanan dan menghubung ke rumah diferensial ( 3 )
·
Putaran poros penggerak ( 1 )
terhubung dengan rumah diferensial ( 3 ) oleh pengunci ( 2 ), ( gigi penyesuai
tidak dapat berputar pada porosnya )
·
Poros Penggerak kanan dan kiri berputar
bersama - sama dengan rumah diferensial ( n1=n3 )
·
Untuk melepas lengan didorong ke kanan maka pengunci akan bergerak ke kiri melepas hubungan
Penggunaan :
Biasanya pada kendaraan jeep dan truk lama
11.2.
Penggerak Listrik / Solenoid

1.
Baterai
2.
Kunci kontak
3.
Sakelar pengunci
4.
Lampu kontrol
5.
Solenoid
6.
Lengan pengunci Cara kerja :
·
Kunci kontak ( 2 ) menghubung
·
Bila roda slip sakelar
pengunci ( 3 ) ditarik
·
Arus dari baterai mengalir
kelampu kontrol ( 4 ) dan ke solenoid ( 5 )
·
Lampu kontrol ( 4 ) menyala
dan timbul magnit
pada solenoid ( 5 )
·
Lampu pengunci ( 6 ) tertarik dan
pngunci bergerak kekiri menghubung ke rumah diferensial
·
Poros penggerak berhubungan dengan
rumah diferensial oleh pengunci ( diferensial terkunci, putaran poros penggerak
kanan dan kiri berputar bersama-sama
dengan rumah diferensial )
·
Sakelar pengunci ( 3 ) ditekan,
tidak ada arus ke solenoid kemagnetannya hilang dan lampu kontrol mati
·
Pegas mendorong lengan pengunci
dan pengunci bergerak ke kanan melepas hubungan antara rumah diferensial dengan
poros penggerak
Penggunaan :
Sering digunakan
pada sedan
11.3.
Penggerak Vakum

1.
Saluran masuk
2.
Tangki vakum
3.
Sakelar vakum
4.
Membran vakum
5.
Lengan pengunci
Cara kerja :
·
Bila roda slip sakelar
vakum ( 3 ) ditarik
·
Ruangan sebelah kanan membran
(4) berhubungan dengan tangki vakum ( 3 )
·
Membran bergerak ke kanan
·
Lengan pengunci ( 5 ) tertarik ke
kanan dan pengunci bergerak ke kiri menghubungkan ke rumah diferensial
·
Poros penggerak berhubungan dengan
penggerak kanan oleh pengunci ( diferensial terkunci,putaran poros penggerak
kanan dan kiri berputar bersama- sama dengan rumah diferensial )
·
Sakelar vakum ( 3 ) ditekan, tidak
ada hubungan antara membran vakum dengan tangki vakum dan ruang kanan membran
berhubungan dengan udara luar
·
Pegas mendorong ke kiri, pengunci
bergerak ke kanan melepas hubungan antara rumah diferensial dengan poros
penggerak
·
Sistem ini juga dilengkapi dengan lampu kontrol Penggunaan :
Jenis ini hanya digunakan pada sedan atau mobil dengan motor bensin
11.4.
Penggerak Udara Tekan

1.
Kompresor
2.
Tangki udara
3.
Sakelar udara
4.
Boster tekan
5.
Lengan pengunci
Cara kerja
·
Roda slip, sakelar udara tekan ( 3 ) ditarik
·
Saluran tangki berhubungan dengan
saluran boster tekan udara mengalir dari tangki ke ruangan sebelah kiri torak
·
Torak bergerak ke kanan mendorong
lengan pengunci ( 5 ) pengunci bergerak ke kiri menghubung kerumah diferensial
·
Diferensial terkunci, poros
penggerak kanan dan kiri
berputar bersama – sama dengan rumah
diferensial
·
Sakelar udara ditekan, slang dari tangki
tidak ada hubungan
dengan boster tekan dan slang
boster tekan berhubungan dengan udara luar
·
Pegas mendorong torak ke kiri dan pengunci bergerak
ke kanan melepas hubungan antara rumah diferensial
dengan poros penggerak
·
Pada waktu pengunci bekerja
ada lampu kontrol
yang menyala
Penggunaan :
Digunakan pada truk dan bus yang menggunakan sistem
rem angin
12. Pengerem Diferensial Automatis
Pada mobil dan truk pengunci diferensial biasanya
dilaksanakan secara manual. Lain
dengan mobil sedan biasanya fungsi pengunci diferensial dilaksanakan secara
automatis ( Pengerem Diferensial Automatis )
Pada dasarnya pengereman diferensial automatis ada tiga jenis :
·
Kopling plat banyak
·
Kopling visco
·
Kopling diatur secara elektronis
12.1.
Penggunaan :
Pengereman diferensial automatis biasanya sering digunakan pada kendaraan dengan
mesin bertenaga kuat, untuk :
•
Membantu kendaraan saat
mulai berjalan di atas permukaan jalan yang jelek / licin (
saat mulai berjalan dengan tenaga kuat salah satu roda tidak selip )
•
Memperbaiki traksi saat jalan
melingkar / belok. Jika Fkr<Fkn roda dalam tidak slip,
diferensial mengeram memberi
putaran pada roda luar
Fkr
Fkn
12.2. Jenis – Jenis
Pengerem Diferensial Automatis
a.
Kopling plat banyak

|
1.
Plat kopling luar 2.
Plat kopling dalam 3.
Roda gigi antara / penyesuai 4.
Roda gigi samping / matahari 5.
Mangkok tekan |
F = Gaya tekan aksel Fb = Reaksi momen putar
gigi samping Fa = Reaksi momen putar gigi samping Fr = Reaksi perbedaan momen putar Fa > Fb |
Cara kerja :
Prinsip kerja pengereman dengan kopling plat banyak adalah berdasarkan perbedaan
momen putar poros penggerak kiri dan kanan
•
Bila Fa>Fb dan F
tetap
•
Karena hubungan poros roda gigi
samping dengan magkok tekan berbentuk konis
maka mangkok tekan akan bergerak ke samping Fr
•
Plat kopling tertekan sehingga
poros aksel berhubungan dengan rumah diferensial
•
Diferensial menjadi terkunci
Koefisien penguncian 25 % - 50 % Þ tidak dikunci
tetap lebih besar perbedaan momen putar kanan dan kiri
sifat pengereman lebih besar
b. Kopling Visco

|
1.
Rumah diferensial 2.
Roda gigi antara / penyesuai 3.
Roda gigi samping / matahari |
4.
Ruangan cairan silikon 5.
Lamel luar 6.
Lamel dalam |
Cara kerja :
Prinsip kerja pengereman dengan kopling visko adalah berdasarkan pada perbedaan putaran
poros pengerak kiri dan kanan ( seperti pada kopling Fluida )
•
Saat nA = nB = nK lamel dalam dan lamel
luar bergerak bersama –
sama
•
Bila salah satu roda slip nA ¹
nB, lamel luar dan lamel dalam saling memotong
dalam cairan silikon yang kental sekali
•
Putaran lamel yang lambat
mengerem lamel yang berputar cepat semakin
besar
perbedaan putaran semakin kuat pengereman sehingga akhirnya kedua lamel
berputar bersama – sama
•
Diferensial menjadi terkunci
•
Koefisien pengereman tergantung dari perbedaan putaran
kedua lamel sampai
mencapai 90%, satu keuntungan bahwa sistem visco tidak
menghubungkan rumah diferensial dengan poros saja, tetapi dapat mengimbangi
momen putar sesuai dengan koefisien gesek kanan atau kiri
c. Kopling Diatur Secara
Elektronis ( Limited
Slip )
Keterangan :
1. Pengatur elektronis
2. Pengontrol bekerjanya sistem pengatur
3. Kontrol kerusakan
pada sistem pengatur
4. Penyimpan tekanan
hidraulis
5. Pengukur putaran
aksel belakang
6. Pengukur putaran
poros aksel depan
7. Pompa hidraulis
8. Tabung oli hidraulis
9. Sakelar pedal rem
10. Diferensial dengan kopling hidraulis diatur secara elektronis
Perbedaan putaran
roda depan dengan putaran poros aksel belakang
dikontrol secara elektronis.
Bila ada perbedaan putaran
diferensial akan terkunci
secara hidraulis ( Katup pengatur hidraulis bekerjanya diatur
secara elektronik )
Jenis ini digunakan pada Mercedes Benz
13.
Diferensial Dengan
Pengerem Kopling Hidraulis
|
|
1.
Roda korona 2. Roda gigi antara /
penyesuai 3. Roda gigi samping
/ matahari 4.
Plat kopling 5. Torak kopling hidraulis |
|
Prinsip kerja diferensial ini adalah diferensial dengan penguncian secara automatis jenis plat kopling
banyak Pada samping plat kopling banyak
dilengkapi piston penekan
kopling hidraulis |
|
|
|
|
|
Belum ada tekanan : Torak tidak bergerak dan diferensial bekerja dengan
tidak terkunci |
Tekanan
hidraulis bekerja : Dengan tekanan hidraulis torak bergerak menekan plat kopling sehingga diferensial terkunci |
13.2. Cara kerja
pengatur kopling hidraulis
secara elektronis

Pengatur sistem secara elektronis
Pengukur putaran
•
Arus pengatur katup hidraulis
•
Aliran hidraulis bertekanan
•
Aliran pengembali oli hidraulis
Mobil mulai berjalan
·
Bila salah satu roda belakang slip
dan roda depan diam perbedaan kecepatan (ê V) lebih besar dari 2
km/h
·
Unit pengatur secara elektronis mengatur pembukaan katup hidraulis berdasarkan perbedaan putaran V1 dengan
V2 dan V3
·
Aliran hidraulis mengalir dari tangki penyimpan tekanan ke kopling
hidraulis melalui katup pengatur
·
Torak penekan bergerak dan diferensial terkunci
Mobil mulai berjalan
·
Bila putaran roda depan sama
dengan putaran aksel belakang unit pengatur tidak
memberi arus ke katup hidraulis
·
Katup pengatur menutup saluran
dari tangki penyimpanan tekanan ke kopling hidraulis dan membuang tekanan
hidraulis kopling ke tabung oli hidraulis
·
Kopling membuka lagi diferensial bekerja seperti biasa
13.3.
Fungsi khusus :
Pengunci akan membuka
secara automatis pada saat :
a.
Kecepatan lebih 40 Km / h
Karena: · Sifat pengereman dari plat koplig
sendiri cukup besar untuk
menjaga slip dalam kurva
·
Kalau diferensial dikunci dengan
kecepatan tinggi poros aksel bisa pecah
b.
Mobil berjalan dengan hambatan mesin ( gas dilepas ) atau waktu
direm
Karena: · Sifat jalan lebih aman kalau roda memutar bebas
· Sistem pengunci mengganggu sistem rem ABS
Bila
ada masalah dalam sistem listrik atau sistem hidraulis pengunci akan terbuka automatis dan lampu kontrol pada panel
menyala (Sistem pengaman)
Jika pengunci
tidak bekerja maka hidrolik akan bersirkulasi di dalam pompa
