Cara Kerja Sistem Penerangan
1. Lampu Kepala
1.1. Tipe tanpa relai lampu depan atau relai kombinasi
1.1.1. Cara kerja lampu dekat (LO-beam)
Pada saat saklar kontrol lampu pada posisi HEAD dan saklar
dim pada posisi LOW, arus mengalir dari baterai menuju sekering lampu kepala,
lampu kepala dekat, saklar dim, saklar kontrol lampu dan menuju massa sehingga
lampu depan (dekat) akan menyala.
1.1.2. Cara kerja lampu jauh (HI-beam)
Pada saat saklar kontrol lampu pada posisi HEAD dan saklar
dim pada posisi HIGH, arus mengalir dari baterai menuju sekering lampu kepala,
lampu kepala jauh, saklar dim, saklar kontrol lampu dan menuju massa sehingga
lampu depan (jauh) akan menyala. Pada
saat yang bersamaan arus dari baterai juga akan mengalir ke lampu indikator jauh,
saklar dim, saklar kontrol lampu dan menuju massa sehingga indikator lampu jauh
pada meter kombinasi akan menyala.
Gambar 1. Cara kerja lampu dekat tanpa relai
Gambar 2. Cara kerja lampu jauh tanpa relai
1.1.3. Cara kerja lampu FLASH
Pada saat saklar dim digerakkan ke posisi FLASH, arus mengalir dari baterai menuju sekering lampu kepala, lampu kepala jauh, saklar dim dan menuju massa sehingga lampu depan (jauh) akan menyala. Pada saat yang bersamaan arus dari baterai juga mengalir ke lampu indikator jauh, saklar dim dan menuju massa sehingga indikator lampu jauh pada meter kombinasi akan menyala. Terlihat di sini bahwa lampu jauh akan menyala tanpa arus dilewatkan pada saklar kontrol lampu. Dengan demikian lampu kepala dan indikator lampu kepala jauh akan tetap dapat dinyalakan meskipun saklar kontrol lampu pada posisi OFF.
Gambar 3. Cara kerja lampu depan FLASH tanpa relai
1.2. Tipe dengan relai lampu depan dan tidak dengan relai kombinasi
1.2.1. Cara kerja
lampu dekat (LO-beam)
Pada saat saklar kontrol lampu pada posisi HEAD dan saklar
dim pada posisi LOW, arus mengalir dari baterai menuju sekering lampu kepala,
kumparan pada relai lampu kepala, saklar kontrol lampu, saklar dim dan menuju
massa sehingga relai lampu depan akan bekerja.
Selanjutnya
arus dari baterai mengalir ke sekering, relai lampu kepala, lampu kepala dekat,
saklar dim dan menuju ke massa sehingga lampu dekat menyala.
1.2.2. Cara kerja lampu jauh (HI-beam)
Pada saat saklar kontrol lampu pada posisi HEAD dan saklar dim pada posisi HIGH, arus mengalir dari baterai menuju sekering lampu kepala, kumparan pada relai lampu kepala, saklar kontrol lampu, saklar dim dan menuju massa sehingga relai lampu depan akan bekerja.
Selanjutnya arus dari baterai mengalir ke sekering, relai lampu kepala, lampu kepala jauh, saklar dim dan menuju ke massa sehingga lampu jauh menyala. Selain itu arus yang menuju ke lampu kepala juga melalui lampu kepala dekat, indikator lampu kepala jauh dan menuju ke massa. Dikarenakan lampu kepala jauh dan indikator lampu jauh dirangkai seri dengan tahanan lampu jauh yang lebih tinggi maka lampu kepala jauh tidak akan menyala sebaliknya lampu indikator jauh akan menyala terang.
Gambar 4. Cara kerja lampu dekat dengan relai
1.2.3. Cara kerja lampu depan FLASH
Pada saat saklar kontrol lampu pada posisi FLASH, arus
mengalir dari baterai menuju sekering lampu kepala, kumparan pada relai lampu
kepala, saklar dim dan menuju massa sehingga
relai lampu depan akan bekerja.
Selanjutnya arus dari baterai
mengalir ke sekering, relai lampu kepala, lampu kepala jauh, saklar dim dan
menuju ke massa sehingga lampu jauh menyala.
Selain itu arus yang menuju ke lampu kepala
juga melalui lampu kepala dekat, indikator lampu kepala jauh dan menuju ke
massa. Dikarenakan lampu kepala dekat dan indikator lampu jauh dirangkai seri
dengan tahanan lampu dekat yang lebih tinggi maka lampu kepala dekat tidak akan
menyala sebaliknya lampu indikator jauh akan menyala terang.
Gambar 5. Cara kerja lampu jauh dengan relai
Gambar 6. Cara kerja lampu FLASH dengan relai
1.3. Tipe relai lampu depan dengan relai kombinasi
1.3.1. Cara kerja
lampu dekat (LO-beam)
Pada saat saklar kontrol lampu pada posisi HEAD dan saklar
dim pada posisi LOW, arus mengalir dari baterai menuju sekering lampu kepala,
kumparan pada relai lampu kepala, saklar kontrol lampu, saklar dim dan menuju
massa sehingga relai lampu depan akan bekerja.
Gambar 9. Cara kerja lampu FLASH dengan relai kombinasi
1.3.3. Cara kerja lampu depan FLASH
Pada saat saklar kontrol lampu pada posisi FLASH, arus mengalir dari baterai menuju sekering lampu kepala, relai lampu kepala, saklar dim dan menuju massa sehingga relai lampu depan akan bekerja. Selain itu arus juga mengalir dari baterai menuju sekering lampu kepala, relai lampu kepala, kumparan pada relai kombinasi, saklar dim dan menuju ke massa sehingga relai kombinasi bekerja. Selanjutnya arus dari baterai mengalir ke sekering, relai lampu kepala, relai dim (kombinasi), lampu kepala jauh dan lampu indikator jauh menuju ke massa sehingga lampu kepala jauh dan indikator lampu kepala jauh menyala.
2. Lampu Kota
Cara kerja lampu belakang
a.
Tipe terhubung langsung tanpa relai
Pada
saat saklar kontrol lampu pindah ke posisi TAIL, arus mengalir dari baterai
menuju sekering, saklar kontrol lampu, lampu belakang dan menuju ke massa
sehingga lampu belakang menyala.
b. Tipe dengan relai lampu belakang
Pada
saat saklar kontrol lampu pindah ke posisi TAIL, arus listrik mengalir dari
baterai, sekering, kumparan pada relai lampu belakang, saklar kontrol lampu dan
menuju ke massa sehingga relai lampu belakang bekerja. Akibatnya arus mengalir
dari baterai, sekering, lampu belakang dan menuju ke massa sehingga lampu
belakang menyala.
Gambar 10. Cara kerja lampu belakang
3. Lampu Tanda Belok dan Tanda Bahaya
3.1. Cara kerja lampu
tanda belok
Pada saat saklar tanda belok diaktifkan, flasher tanda
belok akan menyalakan lampu tanda belok
kiri atau kanan.
Selama lampu menyala, buzzer juga akan berbunyi sehingga pengendara akan
mengetahui bahwa lampu tanda belok masih menyala.
Cara kerja
lampu tanda belok
dengan flasher tipe kontak
Saat kunci kontak posisi ON
Saat kunci kontak diputar ke ON, arus mengalir dari baterai
menuju kunci kontak, terminal B flasfer, titik kontak, kumparan L2 dan ke
kapasitor untuk mengisi kapasitor. Kapasitor terisi penuh ketika kunci kontak
pada posisi ON.
Saat saklar tanda belok diposisikan ke kanan atau ke kiri,
arus mengalir dari baterai menuju kunci kontak, terminal B flasher, titik
kontak, kumparan L1, terminal L flasher, saklar tanda belok, lampu-lampu tanda
belok dan menuju ke massa. Lampu tanda belok akan menyala. Saat yang sama kemagnetan terbentuk
pada kumparan L1 dan menarik titik kontak terbuka.
Gambar 12. Saat saklar tanda belok ON dan lampu menyala
Bila titik kontak terbuka, pengeluaran (discharging) kapasitor dimulai sehingga arus yang mengalir ke kumparan L1 dan L2
berkurang. Saat ini kemaganetan masih dibangkitkan pada kedua kumparan dan
tetap mempertahankan titik kontak terbuka. Pada saat yang sama arus dari
baterai mengalir ke kunci kontak, terminal B flasher, resistor, kumparan L1,
terminal L flasher, saklar tanda belok, ke lampu dan menuju massa. Karena arus
yang mengalir rendah maka saat ini lampu tanda belok tidak menyala.
Gambar 13. Pengeluaran kapasitor
Bila pengeluaran kapasitor berakhir, maka kemagnetan pada
kumparan L2 menghilang dan tidak
mampu mempertahankan posisi
titik kontak sehingga
titik kontak menutup lagi.
Arus selanjutnya dari baterai mengalir ke kunci kontak, terminal B flasher,
titik kontak, kumparan L1, terminal L, saklar tanda belok, lampu tanda belok
dan menuju massa menyebabkan lampu tanda belok menyala kembali. Pada saat yang
sama arus dari baterai melakukan pengisian kapasitor melalui kumparan L2.
Karena kemagnetan yang terbentuk pada
kedua kumparan arahnya berlawanan
maka saling meniadakan dan mempertahankan titik kontak tertutup sampai
kapasitor terisi penuh.
Bila kapasitor terisi penuh, arus yang mengalir ke kumparan
L2 berhenti dan kemagnetan pada kumparan L1 akan menarik titik kontak untuk
membuka sehingga lampu mati. Siklus yang berulang-ulang ini akan membuat lampu
tanda belok berkedip-kedip selama
interval waktu tertentu.
Pada saat saklar tanda belok di posisi kiri, kondisi antara
terminal EL dari flasher lampu tanda belok dan massa akan berkelanjutan
sehingga mengaktifkan transistor dan relai sisi kiri. Selanjutnya arus dari
baterai menuju sekering utama, terminal +B flasher, kumparan relai kiri,
transistor, massa. Sehingga relai kiri pada flasher bekerja dan arus mengalir
ke terminal LL menuju lampu indikator belok kiri.
Gambar 15. Cara kerja lampu tanda belok saat belok kiri
Saat saklar tanda belok diposisikan ke kanan
Pada saat saklar tanda belok di posisi kanan, kondisi
antara terminal ER dari flasher lampu tanda belok dan massa akan berkelanjutan
sehingga mengaktifkan transistor dan relai sisi kanan. Selanjutnya arus dari
baterai menuju sekering utama, terminal +B flasher, kumparan relai kanan,
transistor, massa. Sehingga relai kanan pada flasher bekerja dan arus mengalir
ke terminal LR menuju lampu tanda belok dan indikator tanda belok kanan.
Jika
lampu tanda belok mati, sejumlah arus listrik akan menurun. Penerangan (kedipan lampu) jadi lebih cepat sebagai
tanda kepada pengendara.
1. Cara kerja lampu
tanda bahaya
Pada saat saklar lampu tanda bahaya di posisi ON, kondisi
antara terminal EHW dari flasher lampu tanda belok dan massa akan berkelanjutan
sehingga mengaktifkan transistor dan relai sisi kanan dan kiri. Selanjutnya
arus dari baterai menuju sekering utama, terminal +B flasher, kumparan relai
kanan dan kiri, transistor, massa. Sehingga relai kanan dan kiri pada flasher
bekerja dan arus mengalir ke terminal LR dan LL menuju lampu tanda belok dan
indikator tanda belok kanan dan kiri.
Gambar 17. Cara kerja lampu tanda bahaya